KEKRISTENAN DAN ADAT BATAK
Abstract
Tulisan ini berjudul : Kekristenan dan Adat Batak. Adapun tujuan tulisan ini untuk mengetahui bagaimana Adat Batak itu sebelum datang Kekritenan di Tanah Batak, dan Bagaiman Adat Batak itu setelah Kekristenan datang di Tanah Batak.
Adat Batak sudah ada sebelum Kekritenan ada, Adat Batak tetap dilaksanakan oleh orang batak secara turun temurun dimanapun orang batak berada. Ada acara Adat Batak yang tidak sesuai dengan Kekristenan dan ada juga acara Adat Batak yang mendukung Kekristenan.
Kekristenan di Tanah Batak di bawa oleh Pdt. Dr.I.L. Nomensen seorang missionary dari Jerman. Sejak kedatangan Kekristenan di Tanah Batak sampai dengan sekarang, ada orang Batak yang Pro dan Kontra tentang Adat Batak dengan Kekeristenan. Disatu sisi tetap menjalankan acara adat Batak, disisi lain sama sekali tidak melaksanakan acara Adat Batak.
Kekritenan dan Adat Batak perlu dipahami oleh orang batak sesuai dengan pandangan dan wawasan masing-masing, dan tidak bisa dipaksakan sesuai dengan kehendaknya kepada orang lainKeywords
Full Text:
XMLReferences
(1) Lothar Schreiner, Adat dan Injil: Perjumpaan Adat dengan Iman Kristen di Tanah Batak, BPK-GM, Jakarta 2003: hlm. 18.
(2) _______, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi ketiga), Balai Pustaka, Jakarta 2005: hlm. 6.
(3) Mangapul Sagala, Injil dan Adat Batak, Yayasan Bina Dunia, Jakarta 2008: hlm. 20.
(4)_______, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi ketiga), Op. Cit., hlm. 465.
(5) Richard Niebuhr, Kristus dan Kebudayaan, Petra Jaya, Jakarta 1995: hlm. 14.
Nalom Siahaan, Adat Dalihan Na Tolu, Jakarta 1982: hlm. 7-8.
(7) _______, Ensiklopedi Umum, Yayasan Kanisius, Yogyakarta 1973: hlm. 14.
(8) R. Van Dijk, Pengantar Hukum Adat Indonesia, Vorkink - Van Hoeve, Bandung: hlm. 6.
(9) John B. Pasaribu, Adat Batak: Saluran Kasih Sesama Umat Manusia, Yayasan Borbor, Jakarta 2003: hlm. 42.
(10) Adat ataupun hukum adat, walaupun tidak tertulis sudah merupakan peraturan-peraturan yang mengatur cara hidup manusia dan takluk kepada adat, ataupun hukum adat tersebut. Lih. I. Simanjuntak, “Pesta Adat Di Kalangan Suku Batak Toba yang Beragama Kristen“, dalam: Pemikiran tentang Batak (Editor: B.A. Simanjuntak), Universitas HKBP Nommensen, Medan 1986: hlm. 115.
(11) Lih. “Pandangan Injil terhadap Upacara Adat Batak“, dalam: http://be-e.info/wancil/page1/files/bab1.pdf, dikunjungi tanggal 7 Agustus 2015.
(12) Nalom Siahaan, Op. Cit., hlm. 18.
(13) John B. Pasaribu, Op. Cit., hlm. 50.
(14) Ibid., hlm. 53-54.
(15) Lih. “Pandangan Injil terhadap Upacara Adat Batak“, dalam: http://be-e.info/wancil/page1/files/bab1.pdf, dikunjungi tanggal 7 Agustus 2015.
(16) Bnd. Richard Niebuhr, Op. Cit., hlm. 53-258.
(17)http://be-e.info/wancil/page1/files/bab1.pdf, dikunjungi tanggal 7 Agustus 2015.
(18) Lothar Schreiner, Op. Cit., hlm. 226.
(19) J. Verkuyl, Etika Kristen dan Kebudayaan, BPK-GM, Jakarta, 1960: hlm. 18.
(20) E.H. Tambunan, Sekelumit Mengenai Masyarakat Batak Toba dan Kebudayaannya, Tarsito, Bandung 1982: hlm. 130.
(21) Bnd. A. Ginting Suka, Hubungan Agama dan Budaya dalam Kristen Protestan dalam www.bergaul.com/pages/dump/getfile.php?id=15075, dikunjungi tanggal 7 Agustus 201
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Kerusso
Published by:
Sekolah Tinggi Theologia Oikumene Injili Sidikalang
Sidikalang- Sumatera Utara - Indonesia

Kerusso is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

